Jumat, 06 Juli 2012

INTERAKSI TERUMBU KARANG DENGAN SEDIMENTASI LAUT

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang interaksi terumbu karang (coral reefs) dengan sedimen yang ada di laut, kita akan menjabarkan pengertian terumbu karang terlebih dahulu. Terumbu karang (coral reefs) merupakan hasil simbiosis antara sekumpulan hewan-hewan karang atau organisme karang dengan sejenis tumbuhan alga yang dikenal dengan zooxanhellae. Organisme karang ini memiliki bentuk fisik yang unik dan beraneka warna serta dapat menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3). Pada dasarsnya terumbu karang dapat hidup di daerah pesisir pantai hingga kedalaman laut yang masih terkena cahaya matahari, hal tersebut karena terumbu karang perlu melakukan proses fotosintesis untuk dapat tetap hidup.  
 Terumbu karang juga merupakan tempat tinggal bagi organisme-organisme laut seperti ikan-ikan karang, komponen utama dari sumber daya pesisir dan laut,  dan dapat dijadikan tempat wisata bahari yang sangat menarik. Meskipun terumbu karang memliki keindahan dan keberagaman bentuk fisik, di sisi lain juga merupakan ekosistem yang rapuh dan mudah rusak dikarenakan adanya tekanan dari aktifitas manusia. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada terumbu karang yang disebabkan oleh aktifitas manusia adalah sedimentasi. Sedimentasi sendiri merupakan proses pengendapan dari suatu padatan atau partikel sedimen yang terkandung dalam limbah cair. Sedimentasi tersebut terjadi karena adanya gaya gravitasi bumi yang menekan benda kebawah.
Interaksi antara terumbu karang dengan sedimentasi yang ada dilaut dinilai akan mengakibatkan dampak buruk bagi pertumbuhan karang dan dapat mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang tersebut sehingga berdampak pada kehidupan organisme laut lain yang tinggal habitat terumbu karang. Hal tersebut karena apabila semakin kandungan sedimentasi yang terdapat pada kolom air laut di ekosistem terumbu karang  dapat menimbulkan kurangnya intensitas cahaya matahari yang masuk ke perairan dimana terdapat ekosistem terumbu karang sehingga mengganggu proses fotosintesis karang tersebut. Hal tersebut berdampak pada kurangnya tingkat pertumbuhan terumbu karang pada suatu perairan. Sedintasi juga dapat menginvasi daerah dimana terumbu karang tersebut hidup karena planula dan organisme karang membutuhkan substrat yang keras untuk hidup, sehingga dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan kematian pada terumbu karang tersebut dan organisme yang hidup di habitat terumbu karang tersebut.
Kematian pada terumbu karang tersebut terjadi karena pada kondisi dimana tekanan sedimentasi sudah tidak sesuai lagi dengan lingkungan hidup yang cocok bagi alga zooxanhellae. Akibatnya alga zooxanhellae akan meninggalkan karang sehingga menimbulkan pemutihan (bleaching) pada karang dan pemasok oksigen bagi karang akan terhenti dan menimbulkan kematian pada karang. Kita dapat mengambil contoh dari dampak kandungan sedimentasi yang tinggi pada terumbu karang. Berikut adalah artikel yang dikutip dari KOMPAS.com.
Dokumentasi oleh : KOMPAS/INGKI RINALDI

Kondisi terumbu karang di sisi timur perairan Pulau Tangah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (22/1/2012) yang relatif ditutupi sedimen didominasi karang jenis Montifora sp dengan bentuk hidup lembaran daun (foliose). Dominannya terumbu karang jenis itu disebabkan kondisi ekstrem perairan yang membuat relatif tidak beragamnya jenis terumbu karang yang bisa hidup.







Referensi :