INTERAKSI TERUMBU KARANG DENGAN
SEDIMENTASI LAUT
Sebelum kita membahas lebih
jauh tentang interaksi terumbu karang (coral
reefs) dengan sedimen yang ada di laut, kita akan menjabarkan pengertian
terumbu karang terlebih dahulu. Terumbu karang (coral reefs) merupakan hasil simbiosis antara sekumpulan
hewan-hewan karang atau organisme karang dengan sejenis tumbuhan alga yang
dikenal dengan zooxanhellae. Organisme
karang ini memiliki bentuk fisik yang unik dan beraneka warna serta dapat
menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3). Pada dasarsnya terumbu karang dapat
hidup di daerah pesisir pantai hingga kedalaman laut yang masih terkena cahaya
matahari, hal tersebut karena terumbu karang perlu melakukan proses
fotosintesis untuk dapat tetap hidup.
Terumbu karang
juga merupakan tempat tinggal bagi organisme-organisme laut seperti ikan-ikan
karang, komponen utama dari sumber daya pesisir dan laut, dan dapat dijadikan tempat wisata bahari yang
sangat menarik. Meskipun terumbu karang memliki keindahan dan keberagaman
bentuk fisik, di sisi lain juga merupakan ekosistem yang rapuh dan mudah rusak
dikarenakan adanya tekanan dari aktifitas manusia. Salah satu faktor yang dapat
menyebabkan kerusakan pada terumbu karang yang disebabkan oleh aktifitas
manusia adalah sedimentasi. Sedimentasi sendiri merupakan proses pengendapan
dari suatu padatan atau partikel sedimen yang terkandung dalam limbah cair.
Sedimentasi tersebut terjadi karena adanya gaya gravitasi bumi yang menekan
benda kebawah.
Interaksi antara terumbu karang dengan sedimentasi
yang ada dilaut dinilai akan mengakibatkan dampak buruk bagi pertumbuhan karang
dan dapat mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang tersebut sehingga
berdampak pada kehidupan organisme laut lain yang tinggal habitat terumbu
karang. Hal tersebut karena apabila semakin kandungan sedimentasi yang terdapat
pada kolom air laut di ekosistem terumbu karang
dapat menimbulkan kurangnya intensitas cahaya matahari yang masuk ke
perairan dimana terdapat ekosistem terumbu karang sehingga mengganggu proses
fotosintesis karang tersebut. Hal tersebut berdampak pada kurangnya tingkat
pertumbuhan terumbu karang pada suatu perairan. Sedintasi juga dapat menginvasi
daerah dimana terumbu karang tersebut hidup karena planula dan organisme karang
membutuhkan substrat yang keras untuk hidup, sehingga dalam jangka waktu yang
panjang akan menyebabkan kematian pada terumbu karang tersebut dan organisme
yang hidup di habitat terumbu karang tersebut.
Kematian pada terumbu karang tersebut terjadi karena pada
kondisi dimana tekanan sedimentasi sudah tidak sesuai lagi dengan lingkungan
hidup yang cocok bagi alga zooxanhellae.
Akibatnya
alga zooxanhellae akan meninggalkan
karang sehingga menimbulkan pemutihan (bleaching)
pada karang dan pemasok oksigen bagi karang akan terhenti dan menimbulkan
kematian pada karang. Kita dapat
mengambil contoh dari dampak kandungan sedimentasi yang tinggi pada terumbu
karang. Berikut adalah artikel yang dikutip dari KOMPAS.com.
Dokumentasi oleh : KOMPAS/INGKI
RINALDI
Kondisi terumbu karang di sisi timur perairan Pulau
Tangah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (22/1/2012) yang relatif ditutupi
sedimen didominasi karang jenis Montifora sp dengan bentuk hidup
lembaran daun (foliose). Dominannya
terumbu karang jenis itu disebabkan kondisi ekstrem perairan yang membuat
relatif tidak beragamnya jenis terumbu karang yang bisa hidup.
Referensi :